Senin, 22 Maret 2010

Belajar PHP

PHP adalah bahasa pemrograman web berbasis server-side. PHP menjadi bahasa mayoritas dalam membuat website. Keuntungan dari PHP adalah bahasanya yang mudah dimengerti karena di adopsi dari bahasa C, free dan effisien. PHP juga bisa di embeded dengan bahasa HTML yang merupakan bahasa standart untuk membuat website. PHP membuat website lebih dinamis dan atraktif. PHP bisa berjalan di semua platform (Windows, Linux, Unix, dll). PHP juga bisa berjalan di server-server web (Apache, IIS, dll).

Bagaimana menggunakan PHP?
1.Install web server (Apache atau IIS) di windows atau linux
2.Install PHP
3.Install Mysql atau Postgree sebagai databasenya.

Dari mana dapat software-software di atas? Mudah.. download aja di websitenya masing-masing.. kan free ... :-) Klik aja link di bawah ini.

Download PHP -> http://www.php.net/downloads.php
Download MySQL -> http://www.mysql.com/downloads/index.html
Download Apache server -> http://httpd.apache.org/download.cgi

Contoh syntax PHP






Comment di PHP
Comment digunakan untuk mencatat sesuatu di dalam coding PHP agar dalam menulis sebuah program kita tidak lupa arti syntax-syntax yang kita tulis. Comment tidak di eksekusi oleh php. Contoh comment :

// ini adalah comment untuk satu baris
echo “Hello world”;

/*
ini adalah comment untuk
lebih dari satu baris
*/
echo “Hello world”;

?>

Variable di PHP
Untuk menulis variable di php dimulai dengan tanda $. Nama variable harus ditulis dengan carakter angka-huruf dan underscore ( _ ). Jika nama variable lebih dari satu kata maka digunakan underscore. Contoh:


$kata = ”Hello world”;
echo $kata;
$latihan_php = “Latihan php”;
echo $latihan_php;
?>



Operator di PHP
Di dalam php terdapat 4 jenis operator diantaranya :
1.Arithmetic Operators (operator untuk perhitungan)
2.Assignment Operators (operator untuk mendefinisikan variable)
3.Comparasion Operators (operator perbandingan)
4.Logical Operators (Operator logika)

Arithmetic Operators

Operator

Description

Example

Result

+

penjumlahan

x=2, x+2

4

-

pengurangan

x=2, 5-x

3

*

perkalian

x=2, x*3

6

/

pembagian

x=2, 10/x

5

%

modulus/hasil bagi

x=2, 10%x

0

++

increment

x=1, x++

2

--

decrement

x=4, x--

3



Comparation Operators
Operator
Description
Example
==
sama dengan
5==8 return false
!=
tidak sama dengan
5!=8 return true
>
lebih dari
5>8 return false
<
kurang dari
5<8 return true
>=
lebih dari sama dengan
5>=8 return false
<=
kurang dari sama dengan
5<=8 return true

Logical Operators
Operator
Description
Example
&&
and
x=2, y=3
(x<5>2) return true
||
or
x=2, y=3
(x<1>2) return true
!
not
x=2, y=3
!(x==y) return true

Statement If..Else di PHP
Statement If..Else digunakan jika terdapat 2 kondisi. Gunakan statement if jika kondisi true dan else jika kondisi false. Contoh :



$d=date(“D”);
if($d==”FRI”)
echo “Sekarang hari Jumat”;
else
echo “Sekarang bukan hari Jumat”;
?>




Statement If..Elseif di PHP
Statement If..Elseif digunakan jika terdapat lebih dari 2 kondisi. Gunakan statement if jika kondisi pertama true dan elseif jika kondisi kedua true dan seterusnya.



$d=date(“D”);
if($d==”Fri”)
echo “Sekarang hari Jumat”;
elseif($d==”Sat”)
echo “Sekarang hari Sabtu”;
else
echo “Sekarang bukan hari Jumat atau Sabtu”;
?>

Selasa, 02 Maret 2010

Apakah etika, dan apakah etika profesi itu?

Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsipprinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.

Selanjutnya, karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan kehlian (Wignjosoebroto, 1999).

Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Tanpa etika profesi, apa yang semual dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.

Sumber : makaikenshi.blogspot.com